Tampilkan postingan dengan label SIFESTILE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIFESTILE. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Maret 2017

Sebarkan..!! Ini Cara Terbaru Polisi Agar Pengendara Terkena Tilang, Jangan Terkecoh.


Tajuk Antara News - Halaman Facebook Humas Polda Metro Jaya mendadak jadi ramai dari tanggapan natizen sejak Jumat tempo hari. Dipicu yaitu pengumuman dari Humas Polda Metro Jaya yang mengemukakan himbawan pada pemakai jalan raya mengenai ketentuan modifikasi motor.


Dalam pengumuman yang di post pada halaman facebook ini, Kepolisian memberitahukan kalau mengubah bentuk atau penampilan dari motor dari bentuk awal ke bentuk yang berbeda dapat mendapatkan denda s/d Rp. 24 juta.


Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto memberitahukan kalau pihaknya terasa butuh mensosialisasikan aturan untuk modifikasi kendaraan pada para pemilik kendaraan agar tak ada yang terserang tilang.



HASIL PEMANTAUAN DI LAPANGAN DITEMUKAN BAHWA MASIH BANYAK DIJUMPAI KENDARAAN MODIFIKASI BAIK MOTOR MAUPUN MOBIL YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN TIPE SECARA TIDAK SAH YANG DAPAT DIGOLONGKAN DALAM TINDAK PIDANA PELANGGARAN, ” JELAS AKBP BUDIYANTO.


MENURUT PENDAPAT BUDIYANTO ATURAN TERSEBUT TELAH TERTUANG DALAM PASAL 277 JO PASAL 316 AYAT (2) UU NO 22 TAHUN 2009 DENGAN ANCAMAN PIDANA PENJARA PALING LAMA 1 TAHUN ATAU DENDA ATAU DENDA MAKSIMAL RP 24 JUTA. BUDIYANTO MENGATAKAN, MENGUBAH ATAU MEMODIFIKASI BENTUK DARI KENDARAAN HARUS DILAKUKAN


TETAPI HARUS DILAKUKAN UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT UJI TIPE DARI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN. HAL INI SESUAI DENGAN PASAL 131 HURUF E DAN PASAL 132 AYAT (2) DAN AYAT 7 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 55 TAHUN 2012 TENTANG KENDARAAN JO PASAL 50 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN, YANG KENDARAAN DIMODIFIKASI, MENYEBABKAN PERUBAHAN JENIS DIMENSI BENTUK, MESIN DAN KEMAMPUAN, PENGANGKUTAN, JENIS TES WAJIB UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT.


UJI TIPE YANG DITERBITKAN OLEH KEMENTRIAN PERHUBUNGAN INI JUGA ADA BEBERAPA KETENTUANNYA, UJAR AKBP BUDIYANTO.


PIHAK POLDA METRO JAYA JUGA MENGURAIKAN KETENTUAN TERSEBUT :


1. MODIFIKASI KENDARAAN BERMOTOR HANYA DAPAT DILAKUKAN SETELAH MENDAPATKAN REKOMENDASI DARI APM (AGEN PEMEGANG MERK) KENDARAAN TERSEBUT. 2. MODIFIKASI KENDARAAN BERMOTOR WAJIB DILAKUKAN OLEH BENGKEL UMUM KENDARAAN BERMOTOR YANG DITUNJUK OLEH KEMENTRIAN PERINDUSTRIAN. 075116200_1442802266-razia13. KENDARAAN BERMOTOR YANG TELAH DIMODIFIKASI WAJIB DIDAFTARKAN KEPADA KESATUAN POLRI PELAKSANA REGISTRASI DAN IDENTIFIKASI KENDARAAN BERMOTOR PADA KANTOR SAMSAT UNTUK MEMPEROLEH STNK BARU YANG SESUAI DENGAN PERUBAHAN KENDARAAN BERMOTOR DIMAKSUD.


KAMI BERHARAP MASYARAKAT PAHAM DAN MENGERTI BAHWA MEMODIFIKASI KENDARAAN BERMOTOR TANPA MELALUI MEKANISME YANG BENAR MERUPAKAN TINDAK PIDANA KEJAHATAN, ” TAMBAH AKBP BUDIYANTO


AKBP BUDIYANTO MENGATAKAN AKAN MENINDAK PENGGUNA JALAN YANG MELANGGAR KETENTUAN HUKUM YANG SESUAI DAN PERATURAN YANG BERLAKU. NETIZENS TERLALU SIBUK MENGOMENTARI ATURAN INI. SAMPAI HARI INI, LEBIH DARI 2. 000 KOMENTAR YANG MERAMAIKAN PENGUMUMAN. MENARIKNYA, TIDAK SEDIKIT DARI NETIZENS MERASA CURIGA, BAHWA ATURAN INI HANYA AKAN MEMFASILITASI POLISI ‘NAKAL’ UNTUK MENEMUKAN KESALAHAN DENGAN DRIVER MOTOR. CONTOH YANG PALING MUDAH, SUDAH MENJADI RAHASIA UMUM, JUTAAN PEMILIK SEPEDA MOTOR DI INDONESIA, INSTALL PADA SEPEDA MOTOR MEREKA DENGAN PERNAK-PERNIK AKSESORIS YANG TIDAK DIPRODUKSI OLEH PRODUSEN SEPEDA MOTOR. YANG KHAWATIR NETIZENS, AKSESORIS INI DAPAT DIGUNAKAN ATAU TIDAK, AKAN TERGANTUNG PADA SUBJEKTIVITAS UNTUK POLISI YANG BERTUGAS. TIDAK SEDIKIT NETIZENS MENYUARAKAN KETIDAKPUASAN MEREKA DENGAN KEPOLISIAN LINTAS. KAMI AKAN MENGERTI JIKA ANDA BERANI UNTUK MEMBERSIHKAN, JIKA MODIFIKASI DISEBUT TINDAK PIDANA MAKA JIKA BAHWA ANGGOTA LAKUIN DARI ANDA SENDIRI YANG APA NAMANYA? YANG TERJADI LEBIH JAHAT ANDA PERGI, TAPI MASYARAKAT KECIL YANG MENGABDIKAN KREATIVITAS ANDA MENELEPON KEJAHATAN?, TULIS NETIZEN BERNAMA ANWAR ANAS AL FAYED.

[Tajuk Antara News]

Selasa, 28 Maret 2017

Elvi Sukaesih Bikin Kaget Penonton, Beraninya Meniggalkan Acara Ketika 4h0k Masuk Studio Indosiar



Berbeda dengan Inul Daratista yang sama-sama menjadi juri di ajang D’Academy 4 ketika acara tersebut justru menampilkan 4hok dan Djarot, Elvi Sukaesih selaku juri pergi meninggalkan acara, bahkan pihak panitia seakan “mengejek” Elvi Sukaesih dengan menggantikannya dengan Ahok.




Baca Juga"Dahsyat... Seorang Pria Ini Memberi Uang 10 Ribu Pada Pengemis, Tapi Jawabannya Membuat Pria Ini Menangis".


Kehadiran Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat alias 4hok-Djarot yang menjadi calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, justru dimanfaatkan oleh salah satu artis dangdut Inul Daratista untuk mengkampanyekan Ahok dengan tulisan agar tidak rasis, bahkan dengan sesukanya menuduh ulama yang dianggapnya tidak mau mendukung Ahok, dengan mengejek telah melakukan tindakan asusila menggunakan aplikasi Skype dengan seorang wanita.

Pedangdut senior wanita yang dianggap sebagai Ratu Dangdut Indonesia, Elvi Sukaesih justru meninggalkan kursi jurinya, ketika Ahok memasuki Studio Indosiar.

Salah satu penonton sempat melihat kejadian tersebut dan menuliskannya di akun miliknya, Andri Abdul Aziz El Hakim, yang begitu senang ketika mengetahui si Ratu Dangdut Indonesia, justru bersikap mewakili dirinya, dan umat Islam lainnya.

Berikut isi tulisan yang ditulis di dinding sosmed Andri atas kegembiraannya melihat sikap Elvi Sukaesih yang dipanggilnya dengan nama Ummi Elvi.

“Subhanallah sungguh mulia hati ummi elvi juri academy 4 ini. Rela meninggalkan kursi di academy 4. Demi menghindari dari sang penista agama alias ahok yg masuk ke studio indosiar. Semoga ummi elvi sehat selalu dan makin sukses Ammin.” 

Ramalan mengerikan Di 2017, Yang Kedua Bikin Merinding! Bagaimana Cara Kita Mempersiapkan Diri?


[Tajuk Antara News / pbc]

Denpasar Heboh..!! Insiden di Hari Raya Nyepi Ini Terjadi Saat Seorang Pemuda Muslim Ingin Shalat ke Masjid

Denpasar Geger..! Insiden di Hari Raya Nyepi Ini Terjadi Saat Seorang Pemuda Muslim Ingin Shalat ke Masjid


Tajuk Antara News - Pelaksanaan Nyepi di wilayah Pemecutan Kelod, Denpasar, terusik oleh aksi saling pukul antara pecalang dengan seorang warga. Pecalang asal Banjar Samping Buni bernama Ketut Warta, terlibat aksi saling pukul dengan warga bernama Putu Abdullah.

Aksi saling pukul itu dibenarkan oleh petugas jaga Pos Polisi Monang Maning, Denpasar Barat. Petugas itu mengatakan, masalahnya berawal dari kesalahpahaman antara Putu Abdullah dan Ketut Warta, namun masalahnya sudah didamaikan dan kedua belah pihak telah menandatangani pernyataan perdamaian.

"Hanya kesalahfahaman saja, namun keduanya sudah saling menyadari dan sudah saling memaafkan," katanya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bali, Bambang Santoso, yang ikut mendampingi Putu Abdullah ke Pos Polisi Monang Maning mengaku kecewa dengan kejadian itu. Seharusnya sebut Bambang, semua pihak bisa menahan diri dengan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

"Ini hari suci bagi saudara kita umat Hindu, yang harus kita jaga suasana khusyuknya," kata Bambang.

Pihak pecalang belum berhasil dihubungi. Sementara Putu Abdullah yang dikonfirmasi lewat ponselnya mengaku dia hanya membela diri saat didahului oleh salah seorang pecalang. Dia membantah dikatakan memukul lebih dulu, namun dia mengakui sudah ada perdamaian yang dilakukan di Pos Polisi Monang Maning. "Saya juga sudah divisum di RSUP Sanglah, namun hasilnya masih belum diserahkan pada saya," katanya.

Aksi saling pukul antara Abdullah dengan Warta berawal saat Abdullah dihentikan ketika hendak menuju ke masjid untuk menunaikan shalat dzuhur. Saat diberi tahu oleh pecalang agar melaksanakan shalat berjamaah di masjid terdekat, Abdullah mengaku sudah hendak kembali.

Abdullah mengaku memilih shalat ke masjid yang lebih jauh, karena masjid itu memang menjadi tempat dia melaksanakan shalat sehari-harinya. Namun saat diberitahu bahwa ada ketentuan selama Nyepi agar mereka yang hendak shalat berjamaah di masjid, memilih yang terdekat saja, Adullah segera menyadarinya.

"Tapi langkah saya kembali dihentikan, akhirnya terjadi aksi saling pukul. Tapi bukan saya yang memulai," katanya. 

Baca Juga : 

ASTAGFIRULLAH...! BUMN Musibah, Sejak Kapan Shaf Shalat diatur Menurut Jabatan.


Senin, 27 Maret 2017

Inilah Isi Surat Terbuka AhmadDhani untuk Inul yang Bikin Heboh "Nul, Penista Agama kok di bela, Ra Mudeng aku Nul"


Inilah Isi Surat Terbuka AhmadDhani untuk Inul yang Bikin Heboh  "Nul, Penista Agama kok di bela, Ra Mudeng aku Nul"


Surat Untuk Inul, by AhmadDhani

Nul...
Tuduhan mu kepada Habib Rizieq itu tidak berdasar bukti bukti yang valid dan kongkrit.

Nul...
Bagaimana mungkin fitnah dalam sebuah Video YouTube kamu jadikan DALIL untuk menjatuhkan VONIS kepada seorang yang saya tau beliau menjaga keSUCIan nya selama hidupnya.

Nul...
Apa kamu tau VONIS mu itu tidak akan menjadi FAKTA HUKUM sampai dunia ini berakhir???

Nul...
VONIS mu itu cuma buat hiburan bagi Ahoker... mereka memang senang masak sekaligus makan FITNAH dan GHIBAH.

Nul...
Manusia hidup itu punya REPUTASI...
Kalo AhmadDhani di tuduh suka Perempuan, itu sudah jadi REPUTASI... tapi tiba tiba AhmadDhani di fitnah ada main dengan LAKI LAKI...
Orang gak percaya Nul...
AhmadDhani REPUTASI nya bukan itu.

Nul...
Habib Rizieq itu punya REPUTASI tidak Poligami dan Sejenisnya...
Kamu mesti tau dulu Nul... sebelum menjatuhkan VONIS pada siapapun

Nul...
Penista Agama kok di bela...
Ra Mudeng aku Nul...



[Tajuk Antara News / dtk]

Bagaimana Bisa Kapok dan Jera, Jika Artis Terjerat Narkoba Tetap Dipuja di Layar Kaca?

Bagaimana Mungkin Bisa Jera? Jika Artis yang Terjerat Narkoba Dihukum Ringan dan Tetap Dipuja di Layar Kaca?



Munculnya kasus Ridho Rhoma yang terjerat narkoba baru-baru ini membuat kita heboh dan kaget. Apalagi kalau membaca pembelaan pengacara yang katanya si Ridho Rhoma itu anaknya baik, alim dan rajin ibadah.

Padahal kalau saya sendiri sama sekali tidak terkejut dan kaget. Apalagi saya justru berani memastikan, selama penegakan hukum kasus narkoba di kalangan artis sangat ringan, maka tidak ada alasan untuk para artis kapok dan jera berurusan dengan narkoba. Saya sudah beberapa kali menuliskan terkait dengan adanya kasus Narkoba yang menjerat kalangan artis.

Bahkan di salah satu tulisan saya pernah membuat tulisan berjudul “Cepat atau Lambat Artis Pengguna Narkoba Bisa Tertangkap!”Dalam tulisan tersebut saya berani bilang seperti itu karena saya melihat dari beberapa fakta. Beberapa fakta yang mudah kita temui adalah adanya artis-artis yang pernah terjerat narkoba justru tetap masih laku dan laris manis di layar kaca.

Saat si artis tertangkap, biasanya selalu pasal yang digunakan adalah pasal yang memposisikan si artis tersebut adalah “korban”, sehingga sanksinya bukan sanksi penjara melainkan “rehabilitasi”.

Nanti kalau sudah dilakukan rehabilitasi, maka si artis akan diundang atau diwawancarai wartawan tentang kisah perjalanan hidupnya sampai bisa terjerat ke dunia hitam narkoba.
Seperti biasanya, orang kalau sudah masuk televisi apalagi artis, kesan yang ditayangkan pasti biasanya seolah-olah si artis yang terjerat narkoba tersebut adalah korban yang perlu dikasihani.

Nantinya kemudian kalau sudah sering diwawancarai dan sering muncul di televisi dan pemberitaan onlne lainya, maka biasanya akan banyak tawaran job.

Disinilah kemudian yang menurut pendapat saya, jika pelaku konsumsi narkoba di kalangan artis hanya akan dihukum dengan jeratan rehabilitasi, ditambah lagi tidak pernah menerima sanksi sosial saat terjerat narkoba, apalagi justru malah semakin laris manis muncul di layar kaca, logikanya, Bagaimana mungkin para artis lain akan JERA berurusan dengan narkoba?

Namanya artis itu yang paling ditakutkan biasanya [kebanyakan] kalau mereka tidak punya job dan tidak exist di layar kaca.
Kalau misalnya dengan terjerat kasus narkoba kemudian namanya justru makin terkenal dan sering muncul di layar kaca dengan menerima bayaran tinggi di setiap wawancara, bagaimana mungkin kita berharap para artis akan jera dengan dunia narkoba?

Kalau menurut saya, penyelesaian kasus narkoba yang menjerat para artis, pejabat, dan yang sejenisnya, saya pikir mereka harus dihukum sebagaimana bandar narkoba.
Kenapa?

Logika sederhananya begini,
Artis itu kan orang dewasa, bukan orang bodoh pula, kalau mereka sampai bisa konsumsi narkoba, itu artinya mereka kenal dengan bandar [penjual dong]?
Kalau mereka kenal para bandar narkoba? Logikanya, mereka sama saja MENDUKUNG keberadaan para bandar narkoba?

Bukankah seharusnya mereka para artis yang sampai TAHU apalagi kenal para penjual narkoba [bandar], bukankah KEWAJIBAN mereka seharusnya MELAPORKAN itu bandar [penjual narkoba] yang nawarin mereka supaya DITANGKAP POLISI?
Dan jika mereka misalnya ditawarin narkoba, lalu membiarkan, bahkan kemudian mencoba membeli, bukankah itu jelas-jelas mereka memang SENGAJA untuk MELAWAN HUKUM terkait narkotika?

Disinilah logika saya selama ini merasa terbodohi dengan pemberitaan yang justru tidak pernah membahas soal ini.

Sialnya lagi, media juga tidak berani kritis membahas ini secara blak-blakan.
Logikanya jika ada artis kok sampai konsumsi narkoba, artinya mereka bisa kita sebut sebagai “komplotan” para bandar narkoba?

Seperti yang saya sebut diatas, kalau si artis sampai bisa konsumsi narkoba, itu artinya mereka pasti tahu dan kenal dengan si penjual narkoba, harusnya ikut ditangkap dan diadili lalu dihukum sebanding dengan para bandar narkoba. Kata “korban” dan kemudian harus dilakukan rehabilitasi, itu hanya berlaku untuk misalnya kasus anak di bawah umur yang memang tidak tahu apa itu narkoba dan bahayanya. Kalau yang terjerat narkoba itu artis, apalagi mereka terkenal tapi kemudian sampai terjerat narkoba, saya tegas setuju jika itu para artis wajib dihukum sebanding dengan para pengedar. Karena kesalahan artis tersebut sudah sangat nyata.

Kesalahan pertama saat ditawarin narkoba mereka tidak melaporkan ke pihak kepolisian, padahal jelas-jelas mereka menawarkan narkoba yang jelas-jelas itu melanggar hukum.
Kesalahan kedua, mereka justru mencoba-coba atau bahkan ikut beli narkoba. Ini artinya kesalahan mereka sudah dua sekaligus. Kesalahan pertama tidak melaporkan bandar narkobanya, kedua, mereka justru malah ikut mengkonsumsi dan membeli barang haram tersebut.

Saya harapkan dari pemikiran yang seperti ini pihak penegak hukum harus tegas.
Bahkan jika perlu, jika sampai ada artis ketangkap narkoba maka mereka ahrus dihukum seberat-beratnya. Alasanya selain karena mereka publik figur, hal itu karena mereka sudah melakukan dua kesalahan yang saya sebut diatas.

Kesalahan mereka karena mereka tidak melaporkan ke kepolisian saat ditawari narkoba, karena itu artinya mereka tahu ada pengedar narkoba. Kesalahan kedua adalah mereka justru membeli dan konsumsi narkoba.

Jika para artis yang terjerat narkoba tidak dihukum berat, saya BERANI PASTIKAN untuk kesekian kalinya, Tunggulah waktunya PASTI akan ada lagi artis yang ketangkap, ini hanya soal waktu dan menunggu “apesnya” mereka saja.

[Tajuk Antara News / blogdtik]

Anda Masih Suka Membeli Air Botolan? Semakin Lama Air di Botol Ini Akibatnya

Anda Masih Suka Membeli Air Botolan? Semakin Lama Air di Botol Ini Akibatnya

Dengan air keran sama sehatnya dengan air botolan, mengapa sebagian warga di negara maju seperti di Australia masih membeli air botolan. Hal itulah yang menjadi perbincanan dalam Festival Sains Dunia di Brisbane (Queensland).
Salah satunya menurut para ilmuwan adalah bahwa dunia industri telah berhasil mengyakinkan konsumen bahwa air botolan sebenarnya lebih baik.
Di negara bagian Queensland saja, setiap tahunnya konsumen membeli air botolan senilai $1,6 miliar (sekitar Rp 1,6 triliun).
Menurut Prof Gay Hawkins, dari Universitas Western Sydney, pakar dalam masalah teori sosial dan budaya, yang sedang meneliti mengenai semakin 'berkembangnya' pasar air botolan, saat ini 22 persen dari sampah yang dikumpulkan setiap tahun dari pantai adalah sampah botol plastik.
"Kita sebenarnya beruntung tinggal di Australia, tinggal di sebuah negara di mana pemerintahnya efisien dan efektif, yang mampu menyediakan air yang aman untuk dikonsumsi," kata Prof Hawkins.
"Air adalah sumber daya umum dan tidak seharusnya menjadi komoditi."

Diskusi panel di Festival Sains Dunia diBrisbane. (QUT:MollyHouseman)Apakah air botolan lebih aman?
Dalam diskusi panel selama Festival Sains Dunia di Brisbane tersebut diungkapkan bahwa sebagian warga yang membeli air botolan, dan tidak mau minum dari air keran, karena adanya bahan kimia seperti klorine dan fluoride yang terdapat di dalam air keran di Australia.
Adanya kandungan fluoride di dalam air sudah lama menjadi bahan perdebatan, dengan beberapa kelompok masyarakat khawatir bahwa kadar fluoride yang tinggi bisa membahayakan kesehatan.
Dr Frederic Leusch seorang ahli tanah dan air mengatakan air keran bisa menyaring klorin, namun tidak bisa sepenuhnya menghilangkan fluoride.
"Ada bukti bahwa klorine tidak bagus bagi kesehatan. Memang beracun, sehingga salah satu saran dari Yayasan Penelitian Air dan Lingkungan di Amerika Serikat menyarankan perlunya penggunaan saringan." kata Dr Leusch.
Dia mengatakan Australia memiliki kelompok vokal yang menentang adanya fluoride dalam air, dan ketika ditanya apakah saringan bisa menghilangkan fluoride, jawabnya adalah tidak.
Proses pembersihan yang dilakukan terhadap air minum botolan juga berarti bahwa air botolan akan memiliki bahan kimia.
Dan menurut Dr Leusch, tergantung pada botol plastik yang digunakan, beberapa bahan kimia itu akan masuk ke dalam air, tergantung berapa lama botol tersebut terkena panas matahari.
"Semakin lama air berada dalam botol plastik, semakin besar kemungkinan bahan kimia dari plastik masuk bercampur dengan air." katanya.
Mengapa kita membeli air botolan?
Menurut pakar masalah pemasaran Gary Mortimer, selain karena air botolan lebih gampang dibeli dan didapat bila tidak tersedia air keran, pemasaran juga merupakan hal penting dalam keputusan konsumen membeli air botolan.
Dr Mortimer mengatakan para penjual air botolan mampu mengyakinkan konsumen untuk membayar guna mendapatkan air minum.
Dengan menggunakan kata-kata seperti 'pure (alami)" dan 'nature's best (produk alam terbaik) dengan gambar pegununganyang diselimuti salju di botol air membuat pandangan konsumen berubah mengenai sebuah produk yang sebenarnya bisa berasal dari keran.
"Sebagai orang pemasaran, saya tidak bisa mengatakan bahwa air dari merek "A" akan lebih baik dari botol merek "B"." kata Mortimer.
"Sebagai konsumen yang rasional, anda sebenarnya bisa berpikir 'sebenarnya air yang berasal dari keran sebenarnha juga akan menghilangkan haus saya."
Artikel ini adalah bagian dari kerjasama di World Science Festival antara QUT (Queensland University of Technology dan ABC)
[Tajuk Antara News / dtk]

Haaah..!! Resmi, Akhirnya Inul Daratista Dilaporkan ke Polda Metro Jaya.


Haaah..!!  Resmi, Akhirnya Inul Daratista Dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Advokat Peduli Ulama melaporkan pedangdut Inul Daratista ke Polda Metro Jaya. Inul dilaporkan atas komentarnya di Instagram yang dianggap menghina ulama.

Pantauan detikcom, di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman Kavling 55, Jakarta, Senin (27/3/2017), Advokat Peduli Ulama tiba sekitar pukul 15.15 WIB. Mereka datang untuk melaporkan Inul dengan pasal 310 311 KUHP dan UU ITE pasal 28.

"310 311 KUHP, dengan UU ITE pasal 28 yang mau kita laporkan," ujar salah seorang anggota Advokat Peduli Ulama, Dahlia Zein.

Dahlia menganggap pernyataan Inul di Instagram telah menghina ulama. Hal itu terlihat dari adanya tulisan Inul yang mengatakan tentang orang pakai sorban melakukan 'sex Skype'.

"Kami dari Advokat Peduli Ulama, jadi yang mana ini sudah ada pemberitaan dari status Inul Daratista tentang penghinaan terhadap ulama. Yang mana fitnah-fitnah yang mereka bilang sex Skype terus pakai sorban," terangnya.

Dia pun meminta masyarakat lain untuk berhati-hati dalam menggunakan sosial media agar tidak melakukan penghinaan terhadap siapapun.

"Dengan adanya kami melapor ini supaya masyarakat menggunakan sosmed lebih hati-hati lagi. Jangan sampe ada penghinaaan ulama atau siapapun," tuturnya.

Sebelumnya, status Inul di Instagram menuai kontroversi dari sejumlah netizen. Inul sempat berfoto dengan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di salah satu acara televisi.

Setelah itu, muncul beragam komentar netizen dalam foto yang diposting-nya itu. Sampai akhirnya Inul membalas komentar netizen dan justru tersebut kemudian dianggap menghina ulama.

Berikut ini adalah kutipan komentar Inul di Instagram seperti yang tersebar di dunia maya:

"Yg sok alim dan oraknya di dengkul pasti mikirnya agama gak mikir beliau gubernur bpk kita semua' hahahhaa aku seh gak lihat beliau lg nyalonin lagi ... aku cuma bayangin yg pake syurban bisa mojok ama wanita sambil main sex skype itu piyeee critane bisa jadi panutan ???! Jgn merusak moral kita soal Rasis-Sara-dan agama ' aku gak main politik tp aku cukup bangga duduk berdampingan org yg menjaga jakarta saat ini' dan aku tak ikut campur urusan politik krn bukan bidangku !!! Klo org yg mau ceramahin aku akan sy block dn pastinya yg gak suka silahkan unfollow ' krn aku bukan kerugian sm org yg otak pikiran didengkul ' sekali lagi saya org yg nasionalismenya tinggi .!!! Yg koment apekkk tak block !!! Sorry," 


[Tajuk Antara News / dtk]

Jadi Cantik Itu Butuh Proses. Cewek ini Dulunya 'Sederhana', tapi Saat Dewasa Bisa Bikin Kaum Adam Mimisan Tiada Henti

Semua itu butuh proses bro... Tak terkecuali kecantikan juga...Semua yang hidup di dunia pada dasarnya berkembang, salah satu contohnya m...